Jumat, 09 November 2012

Permainan Air Tanpa Alat

A.    NAMA PERMAINAN
Benteng Takeshi

B.     TUJUAN
Permainan ini mempunyai tujuan untuk pengenalan air secara tidak disadari kepada anak. Dalam permainan ini anak akan memasukkan kepalanya ke air {menyelam}serta bebas melakukan berbagai gerakan di air seperti jalan dan lari.

C.     JUMLAH PEMAIN
Permainan ini terdiri dari 2 regu, masing-masing regu 4 orang atau lebih {disesuaikan siswa yang ada}.

D.    PERALATAN
Permainan ini tidak menggunakan alat. Hanya memanfaatkan dinding kolam renang sebagai benteng.

E.     WAKTU
Permainan berhenti saat ada tim yang menang. Bisa juga dibatasi waktu kira-kira 5-10 menit bila permainan tak kunjung selesai.

F.      JALANNYA PERMAINAN
·         Dibagi menjadi 2 regu, masing-masing regu 4 orang atau lebih {disesuaikan siswa yang ada}.
·         Ada seorang wasit yang mengatur jalannya pertandingan.
·         Dimulai dengan menempati benteng masing-masing {merapat ke dinding kolam}.
·         Lalu semua pemain menyanyikan lagu untuk membakar semangat :
“Ayo ayo serang bentengnya . .serang bentengnya sekarang juga …3X” {irama lagu menanam jagung}.
·         Setelah lagu selesai baru memulai permainan
·         Inti permainan ini adalah berusaha mencapai benteng lawan dengan segera.
·         Semua pemain bisa maju menyerang benteng lawan ataupun ada yang bertahan di benteng sendiri, itu tergantung strategi masing-masing kelompok.
·         Cara melumpuhkan lawan adalah dengan menyentuh bagian lututnya.
·         Pemain yang sudah dilumpuhkan harus diam di tempat.
·         Pemain bisa membebaskan teman yang sudah dilumpuhkan dengan cara membasuh mukanya dengan air. Pemain yang sudah dibebaskan oleh temannya bisa melanjutkan permainan kembali.
·         Tim yang menang ialah tim pertama yang semua anggotanya berhasil mencapai benteng lawan. Orang keempat yang mencapai benteng lawan berteriak “BOOOM” sebagai tanda berakhirnya permainan dan menang.
·         Permainan ini bisa diulang beberapa babak, sesuai dengan kebutuhan dan alokasi waktu.


G.    NILAI YANG TERKANDUNG
·         Kerjasama dan kekompakan
·         Keberanian
·         Kepandaian menentukan strategi
·         Kejujuran
                 H.    SUMBER
                 Dokumen Pribadi

Kamis, 08 November 2012

Teknik Dasar Bola Basket


TEKNIK DASAR CHEST PASS

Cara Melakukan :


  • Siku ditekuk disamping badan posisi bola didepan dada
  • Salah satu kaki maju di depan
  • Lutut ditekuk berat badan diantara dua kaki
  • Badan condong kedepan posisi rilex untuk mendapatkan keseimbangan
  • Lemparan diawali dengan sedikit menarik bola kearah dada untuk mendapatkan awalan lemparan, setelah melakukan lemparan diakhiri dengan lecutan pergelangan tangan dengan telapak tangan menghadap keluar
  • Arah lemparan setinggi dada, berat badan condong diikuti gerakan kaki.
Kesalahan umum yang sering dilakukan :
  • Sikap berdiri pada umumnya kurang rileks
  • Kaki tidak melangkah kedepan
  • Kurang akuratltidak tepat pada saat passing
  • Tangan pada saat melakukan ditegangkan
  • Pergelangan tangan tidak melakukan gerakan ( snap )
  • Memegang bola dengan jari-jari
  • Jalan bola parabola
  • Siku terbuka kesamping
  • Passing dengan tangan yang dominant tidak dengan dua tangan
  • Chest pass kurang kuat

Teknik Dasar Bola Voli


Teknik Dasar Service Bola Voli

1)      Underhand Service



Pemain berdiri menghadap net , kaki kiri didepan kaki kanan, lengan kiri dijulurkan kedepan dan memegang bola (ini untuk pemain tangan kanan, bagi pemain tangan kiri sebaliknya).
Bola dilempar rendah keatas , berat badan bertumpu pada kaki sebelah belakang, lengan yang bebas digerakkan kebelakang dan diayunkan kedepan dan memukul bola. Sementara berat badan dipindahkan kekaki sebelah depan.
Bola dipukul dengan telapak tangan terbuka, pergelangan tangan kaku dan kuat. Gerakan terakhir adalah memindahkan kaki yang dibelakang kedepan.

Jenis² Underhand Service
o   Back Spin Underhand Serve : Bola berputar kebelakang.
o   Top Spin (Cutting) Underhand Serve: Bola berputar keatas.
o   Inside Spin Underhand Serve : Bola berputar kedalam.
o   Outside Spin Underhand Serve : Bola berputar keluar.
2)      Overhead Service




Pemain berdiri dengan kaki kiri berada lebih kedepan dan kedua lutut agak ditekuk Tangan kiri dan kanan bersama² memegang bola, tangan kiri menyangga bola sedangkan yang kanan memegang bagian atas bola.
Bola dilambungkan dengan tangan kiri keatas sampai ketinggian ± 1m diatas kepala didepan bahu, dan telapak tangan kanan segera ditarik kebelakang atas kepala dengan telapak menghadap kedepan, berat badan dipindahkan kekaki sebelah belakang
Setelah tangan berada dibelakang atas kepala dan bola berada sejangkauan tangan pemukul, maka bola segera dipukul dengan telapak tangan, lengan harus tetap lurus dan seluruh tubuh ikut bergerak.
Bola dipukul dan diarahkan dengan gerakan pergelangan tangan, berat badan dipindahkan kekaki sebelah depan. Gerakan lengan terus dilanjutkan sampai melewati paha yang lainnya.
Jenis² Overhead Service
o   Top Spin Overhead Serve : Bola berputar keatas.
o   Inside Spin Overhead Serve : Bola berputar kedalam.
o   Outside Spin Overhead Serve : Bola berputar keluar.
o   Drive Overhead Serve : Bola berputar keatas.




Permainan Tradisional


A.    Nama Permainan : Cublak-Cublak Suweng

B.     Tujuan
Tujuan permainan tradisional ini adalah :
·        Siswa dapat mengetahui permainan tradisional dari berbagai daerah dan dapat mengaplikasikan nilai-nilai dari permainan tradisional dalam kehidupan sehari-hari.

C.     Sarana dan Prasarana
Sarana dan prasarana yang dibutuhkan adalah :
·         Satu buah batu kerikil
·         Peserta 6 orang

D.    Cara Bermain
Langkah-langkah bermain :
·         Semua peserta melakukan undian/pingsut untuk menentukan peserta yang menjadi pak empo
·         Pak empo berbaring telungkup lalu peserta yang lainnya duduk melingkari pak empo
·         Masing-masing tangan peserta diletakan di atas  punggung pak empo dengan posisi tangan menghadap ke atas
·         Lalu semua peserta menyanyikan lagu cublak-cublak suweng,pada saat bernyanyi batu kerikil diberikan ke peserta yang lain sambil berputar.
·         Apabila peserta sudah selesai bernyanyi maka batu kerikil berhenti memutar.
·         Lalu batu kerikil disembunyikan di tangan peserta yang paling terakhir memegang kerikil pada saat bait terakhir lagu.
·         Peserta menyayikan bait terakhir terus menerus sampai pak empok menebak batu kerikil.
·         Setelah itu pak empok menebak batu kerikil tersebut berada di peserta yang mana dan di tangan kanan atau kiri.
·         Apabila pak empok benar menebak batu kerikil tersebut maka peserta bergantian posisi menjadi pak empok.
·         Apabila salah tidak ada pergantian posisi dan permainan dilanjutkan dari awal lagi.



E.     Lirik Lagu Cublak-Cublak Suweng
Cublak-cublak suweng
suwenge ting gelenter
Mambu ketudhung gudhel
Pak Gempong lera lere
Sapa ngguyu ndelikake
Sir sir pong dele gosong
Sir sir pong dele gosong







Permainan Tradisional

A.    Nama Permainan         : Oray-orayan

B.     Asal                             : Jawa Barat

C.     Lagu

Permainan ini diiringi lagu yang judulnya sama dengan nama permainan ini yaitu oray-orayan.
Lirik lagu oray-orayan sebagai berikut :
Oray-orayan luar leor mapay sawah
Entong ka sawah parena keur sedeng beukah
Oray-orayan luar leor mapay sawah,
Entong ka sawah parena keur sedeng beukah,
Mending ge teuleum,
Di leuwi loba nu mandi,
Saha nu mandi,
Anu mandina pandeuri……….
Kok…….kok………kok…….

D.    Jumlah pemain
      Permianan ini membutuhkan pemain sekitar 5-20 orang yang dimainkan oleh laki-laki maupun perempun. Permainan ini bisa dilakukan kapan aja yaitu siang,sore maupun malam.

E.     Cara Bermain

       Anak-anak berbaris berurutan memanjang ke belakang, sambil berpegangan pada bahu anak (pemain) yang di depannya. Salah seorang anak bertindak sebagai pemimpin atau kepala ular, dan tangannya dalam posisi bebas. Kepala ular dipilih dengan cara diundi ataupun pingsut. Sedangkan anak-anak lainnya bertindak sebagai badan dan ekor ular. Sambil diiringi lagu oray-orayan, para pemain yang berjejer memanjang ke belakang ini meliuk-liuk menirukan gerakan seekor ular, mengitari arena permainan.

    Waktu lagunya hampir selesai, pada saat syair kok….kok…..kok, menirukan suara ayam yang sedang berkokok, maka anak yang bertindak sebagai kepala ular, menangkap temannya yang berada di barisan paling belakang. Begitulah seterusnya sampai semua anak habis ditangkap. Apabila anak sudah tertangkap oleh kepala ular maka anak tersebut keluar dari barisan.
   Saat kepala ular atau pemimpin permainan, menangkapi ekornya tersebut, pemain yang menjadi ekor akan merasa ketakutan dan berusaha menghindari kepalanya.


F.      Nilai-nilai yang terkandung

     Nilai-nilai yang terkandung dalam permainan oray-orayan ini adalah sportifitas, kerja sama, kerja keras, meghargai orang lain, bersabar.
             
G.    Sumber
                        http://dolanantradisional.net23.net/permainan-sunda.html





Senam Lantai


SENAM LANTAI
A.    Sejarah dan hakekat senam lantai 
Senam (gymnastic) berasal dari kota Yunani kuno. Gymnas berarti telanjang. Bangsa Indonesia mengenal olahraga senam sejak tahun 1963 ketika berlangsung olahraga Ganefo 1 di Jakarta. Perkembangan senamdi Indonesia cukup pesat dengan terbentuknya organisasi senamIndonesia, yaitu Persatuan Senam Seluruh Indonesia atau disingkat PERSANI. 
Untuk mengetahui pengertian senam kita harus mengetahui ciri-ciri dan kaidah-kaidah dalam senam lantai yaitu: 
1.      Gerakan-gerakannya selalu dibuat atau diciptakan dengan sengaja 
2.      Gerakan-gerakannya harus selalu berguna untuk mencapai tujuan tertentu (meningkatkan kelentukan, memperbaiki sikap dan gerak atau keindahan tubuh, menambah ketrampilan, meningkatkan keindahan gerak, meningkatkan kesehatan tubuh). 
3.      Gerakannya harus selalu tersusun dan sitematis. 
Berikut ini ada beberapa pengertian senam lantai yaitu:
·         Senam lantai adalah bentuk latihan tubuh yang diatur sedemikian rupa sehingga menjadi satu kesatuan gerak yang beraturan dan berkesinambungan.
·         Senam lantai adalah latihan senam yang dilakukan pada matras, unsur-unsur gerakannya terdiri dari mengguling, melompat, meloncat, berputar diudara dengan menumpu pada tangan atau kaki untuk mempertahankan sikap seimbang atau meloncat kedepan atau kebelakang
·         Senam lantai diartikan sebagai setiap bentuk latihan fisik yang disusun secara sitematis dengan melibatkan gerakan-gerakan yang terpilih dan terencana untuk mencapai tujuan tertentu.
Dari berbagai aktivitas yang dilakukan dalam senam lantai memiliki tujuan untuk : 
1.      membentuk dan mengembangkan otot tubuh 
2.      mengembangkan kualitas fisik 
3.      membentuk keindahan tubuh 
4.      memelihara kebugaran jasmani. 
B.     Macam-macam gerakan senam lantai. 
1.      Teknik berguling 
Cara melakukan gerakan guling dapat dibedakan menjadi 2, yaitu mengguling kedepan dan mengguling kebelakang. Untuk dapat melakukan gerakan itu seseorang harus memiliki kelenturan tubuh dan keberanian. Cara melakukan gerakan mengguling adalah sebagai berikut: 
a)      Guling depan (forward roll) 



1)      Sikap permulaan 
Mengambil posisi jongkok bertumpu dengan kedua telapak kaki dan kaki rapat, badan condong kedepan, kedua lengan lurus kedepan, telapak tangan menghadap ke depan. Konsentrasikan diri pada latihan. 
2)      Gerakan 
Letakkan tumpua kedua telapak tangan pada lantai atau matras, tangan lurus selebar bahu, badan condong kedepan, kedua tungkai lurus, dan pantat lebih tinggi dari bahu. Masukkan kepala diantara kedua lengan hingga dagu merapat didada dan bersamaan dengan itu dorongkan pinggul hingga pundak menyentuh lantai bersamaan dengan melihat siku, kemudian dilanjutkan berguling menggulat kedepan secara berurutan dengan pundak punggung dan tungkai ditekuk ke depan mengikuti arah gerakan. 
3)      Sikap akhir 
Kembali ke sikap jongkok. Badan condong kedepan bertumpu dengan ujung telapak kaki, kaki rapat, lutut ditekuk, dan ke dua tangan lurus kedepan. 
b)      Guling ke belakang (back roll) 


1)      Sikap permulaan 
Jongkok dengan kedua ujung telapak kaki, badan condong ke depan, kedua tangan lurus sejajar bahu, dan posisi tubuh membelakangi arah sasaran. 
2)      Gerakan 
Dengan menjatuhkan badan kebelakang, kedua lengan dibengkokkan dan dagu dirapatkan kedada serta telapak tangan mengarah ke atas. Ibu jari berada didekat telinga, kemudian badan mengguling ke belakang bulat. Mendarat pada matras secara berurutan dimulai dari pantat, punggung,tengkuk, kepala bagian belakang, kedua tungkai dalam posisi ditekuk mengikuti gerakan badan pada saat berguling, kemudian dengan cepat kedua tangan dibulatkan hingga lurus pada saat pinggul mencapai titik tertinggi. 
3)      Sikap akhir 
Sewaktu badan mengguling mendarat pada kaki, kedua tangan cepat dilepas hinggakembali dalam posisi jongkok dan kedua tangan lurus ke depan. 
2.      Kayang 


Kayang adalah bentuk sikap jembatan dengan membentuk busur lengkung dan tumpuan pada kedua lengan dan kedua kaki. Cara melakukan gerakan kayang adalah sebagai berikut: 
a)      Sikap permulaan 
Posisi terlentang, lutut ditekuk rapat, tumit dirapatkan pada pantat, dan tempelkan telapak tangan pada lantai disamping telinga dengan ibu jari dekat telinga dan pandangan ke atas belakang. 
b)      Gerakan 
Angkat tubuh keatas dengan cara meluruskan atau mendekatkan tangan dengan kaki sampai mebentuk lengkungan (busur), kedua kaki dan tangan tetap bertumpu pada lantai. Tahan gerakan tersebut hingga sepuluh hitungan. 
c)      Sikap akhir 
Kembali pada sikap terlentang. 
3.      Sikap lilin 

Sikap lilin termasuk sikap keseimbangan dengan menggunakan punggung sebagai tumpuan dan tungkai tegak lurus ke atas. Cara melakukan sikap lilin adalah sebagai berikut: 
a)      Sikap permulaan 
Dengan posisi terlentang lurus dilantai, kedua tungkai rapat, lengan disamping badan dan pandangan ke atas. 
b)      Gerakan 
Angkat tungkai ke atas hingga ke dua kaki rapat dan lurus ke atas. Tubuh mengikuti gerakan tungkai, dan kedua tangan menopang dipunggung hingga berdiri dengan tumpuan pada pundak. Tahan gerakan tersebut hingga 10 hitungan. 
c)      Sikap Akhir 
Tumpuan pada pundak badan dan ke dua tungkai dalam sikap tegak lurus ke atas (vertikal). 
4.      Guling lenting 
Guling lenting termasuk senam ketangkasan, yaitu mengguling yang diawali dengan hentakan pada tengkuk. Cara melakukan guling lenting adalah sebagai berikut: 
a)      Sikap permulaan 
Dari sikap tidur terlentang kedua kaki rapat lurus ke belakang, kedua siku ditekuk dan ke dua telapak tangan pada matras dengan ibu jari berada disamping telinga dan jari-jari tangan lainnya menuju bahu. 
b)      Gerakan 
Angkat kedua kaki secara bersamaan ke atas belakang hingga pinggul terangkat, kemudian lecutkan kedua kaki ke atas belakang dengan sumbu gerakan pada pinggang dan pinggul yang dibantu dengan tolakan kedua tangan pada matras hingga mendorong tubuh ke atas depan. 
c)      Sikap Akhir 
Jongkok dengan tumpuan kaki, badan condong kedepan, dan kedua lengan lurus ke depan. 
5.      Berdiri dengan kepala (head stand) 


Berdiri dengan kepala termasuk latihan keseimbangan dengan tubuh membentuk sikap tegak lurus (vertikal). Cara melakukannya adalah sebagai berikut: 
a)      Sikap permulaan 
Membungkuk, kedua kaki dalam posisi rapat lurus, tumpuan pada ujung telapak kaki dan kepala (kening), telapak tangan diletakkan disamping telinga, dan lengan membentuk garis segi tiga 
b)      Gerakan 
Kedua tungkai diangkat ke atas secara bersama-sama dan perlahan-lahan hingga lurus ke atas, badan mengikuti gerakan kaki sehingga kepala sampai pada ujung kaki membentuk garis lurus keatas (vertikal), kedua tangan menjaga keseimbangan. 
c)      Sikap akhir 
Berdiri dan bertumpu dengan kepala dan tangan. 
6.      Berdiri dengan kedua tangan (hand stand) 


Berdiri dengan kedua tangan termasuk bentuk latihan keseimbangan. Cara melakukannya adalah sebagai berikut: 
a)      Sikap permulaan 
Dalam sikap jongkok, kaki kiri ke depan atau sebaliknya dan kedua telapak tangan menumpu dimatras dengan bahu. 
b)      Gerakan 
Angkat kaki belakang lurus keatas yang diikuti oleh kaki depan dengan mengikuti gerakan kaki belakang. Kemudian, kedua kaki dirapatkan hingga kedua tungkai tegak lurus. Demikian juga, posisi tangan sejajar dengan bahu lurus dan kepala tengadah. 
c)      Sikap akhir 
Gerakan sikap akhir adalah dengan berdiri pada kedua telapak tangan (ujung kaki sampai tangan membentuk garis lurus ke atas/vertikal).